Di Tengah Pandemi, Pisang Mas Kirana Makin Diburu Warga

Indonesia saat ini sedang mengalami pandemi Covid 19 dan telah menyebar ke hampir semua wilayah. Kondisi ini berdampak pada perlambatan ekonomi, karena berbagai bidang usaha tidak berjalan optimal. Sedikit yang selamat.

Sektor pertanian, termasuk yang bertahan, terutama buah, adalah salah satu bisnis yang masih berjalan baik. Di tengah pecahnya pandemi Covid 19, permintaan produk buah benar-benar meningkat.

Di Tengah Pandemi, Pisang Mas Kirana Makin Diburu Warga

Kirana Pisang Mas dari Kabupaten Lumajang tidak terkecuali karena permintaan meningkat di negara ini selama pandemi Covid 19 epidemi. Sebagai salah satu pusat produksi utama, pisang Mas Masana mengalami defisit karena meningkatnya permintaan.

Saat ini, permintaan pisang Mas Kirana telah meningkat secara dramatis, kata Parto Penceng, Salah seorang petani sukses yang ada di Kabupaten Lumajang, dalam pernyataan tertulisnya, 

Parto Penceng mengatakan bahwa permintaan pisang Mas Kirana saat ini mencapai 350 ton per bulan. 200 ton sebulan sekarang sudah bisa dijangkau, katanya.

Harga di tingkat petani cukup bagus, 7-8 ribu per kilogram. Pasar telah meluas ke Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa kota lain, kata Parto Penceng.

Parto Penceng menjelaskan secara rinci bahwa luas pabrik pisang Mas Kirana yang ada di Kabupaten Lumajang mencapai 790 hektar. Distribusi di beberapa pusat besar, yaitu di kabupaten Tempursari, Senduro dan Pasirjambe.

Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan c.q. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, yang telah memfasilitasi pengembangan area pisang Mas Kirana dari 2015 hingga 2019 melalui anggaran nasional 100 hektar, katanya dengan antusias.

Direktur buah dan florikultura, Liferdi Lukman, dihubungi secara terpisah dan mengatakan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk pengembangan pisang Mas Kirana. Pada tahun 2020, Kementerian Pertanian akan mendukung pengembangan area pisang Mas Kirana seluas 182 hektar dari anggaran negara.

Ke depan, produk pisang Mas Kirana Lumajang diharapkan tidak hanya untuk melayani pasar domestik tetapi juga untuk diekspor, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan bahwa ia akan terus mendorong petani pisang untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Ini adalah perintah dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan, dan untuk menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekspor komoditas pertanian tiga kali lipat

Mengenal Kirana Banana Mas

Di antara berbagai jenis pisang yang banyak dikenal di masyarakat Indonesia, Banana Mas Kirana adalah jenis pisang yang mendapat tempat di hati masyarakat. Pisang jenis ini juga merupakan sajian di Istana Negara. Jenis pisang ini memiliki bentuk buah yang tidak terlalu panjang, umumnya sekitar 9 cm, dengan warna kulit kuning muda. Pisang Kirana pada awalnya dipimpin oleh orang-orang di wilayah Lumajang di Jawa Timur, dan penanaman pisang ini menyebar ke berbagai daerah di pulau Jawa.

Prospek budidaya

Meski mungil, Banana Gold Kirana adalah jenis pisang yang memiliki harga eceran yang cukup tinggi dibandingkan jenis pisang lainnya. Meningkatnya permintaan di pasar lokal juga merupakan salah satu faktor yang membuat budidaya ikan mas Kirana menarik.

Kelompok Tani Rajamandala

Kelompok Tani Rajamandala adalah salah satu kelompok tani di Bandung Barat, Cipatat, wilayah Mandalawangi. Kelompok tani, yang diketuai oleh Bpk. Dede, memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun dalam produksi benih dan budidaya pisang mas kirana. Mereka adalah produsen terbaik benih Mas Kir Kirana untuk petani di wilayah Mandalawangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *